Senin, 15 Maret 2010

ReactOS


ReactOS adalah sebuah proyek perangkat lunak yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem operasi yang kompatibel secara biner dengan perangkat lunak aplikasi dan device driver untuk keluarga sistem operasi Microsoft Windows NT 5.x dan yang lebih tinggi (Windows 2000 dan yang setelahnya). ReactOS merupakan salah satu perangkat lunak bebas yang menggunakan proses reverse engineering berupa clean room secara keseluruhan.

Meskipun proyek tersebut sedang dalam tahapan alpha, banyak aplikasi Windows yang telah dapat berjalan dengan baik. Hal ini memang dikarenakan antarmuka dengan aplikasi yang digunakannya sebagian besar berbasiskan Wine yang dapat melakukan emulasi terhadap lingkungan kerja Microsoft Windows yang telah berjalan stabil di dalam sistem operasi UNIX. Kernel ReactOS sendiri ditulis dari awal.

ReactOS sebagian besar ditulis di dalam bahasa pemrograman C, dengan beberapa elemen, seperti ReactOS Explorer, ditulis di dalam bahasa C++. Komponen-komponen ReactOS tersedia secara bebas di bawah GNU General Public License (GNU GPL), GNU Lesser General Public License (GNU LGPL), dan juga BSD License.

Sejarah

Sekitar tahun 1996, beberapa pengembang perangkat lunak bebas memulai sebuah proyek yang disebut sebagai FreeWin95, yang bertujuan untuk mengimplementasikan sebuah sistem operasi yang nantinya akan berupa kloning dari Windows 95. Proyek tersebut terhenti, pada saat diskusi tentang desain sistem tersebut.

Pada akhir tahun 1997, proyek tersebut masih belum merilis satu perangkat lunak pun. Para anggota proyek, yang dipimpin oleh Jason Filby yang bertindak sebagai koordinator, terpanggil untuk menghidupkan kembali proyek tersebut. Target proyek yang dibuat bukanlah membuat kloning Windows 95 seperti dahulu, tetapi Windows NT, dan nama proyek pun diubah menjadi ReactOS. Proyek ReactOS pun dimulai pada bulan Februari 1998, dengan dimulainya pengembangan kernel dan driver-driver dasar.
Koordinator proyek ReactOS Aleksey Bragin (sebelah kiri) sedang menunjukkan fungsionalitas ReactOS kepada Viktor Alksnis.
ReactOS sedang menjalankan ABIWord dan ReactOS Explorer

Banyak API dan ABI milik ReactOS siap untuk digunakan untuk pengembangan pada level yang lebih tinggi lagi, dan tentu saja kini telah tersedia GUI dasar yang bisa digunakan. ReactOS menawarkan ReactOS Explorer (ROSExplorer), sebuah shell yang mirip dengan Windows Explorer.

* versi 0.2.0 dirilis tanggal 25-01-2004, yaitu Rilis pertama dengan GUI yang bisa bekerja.
* versi 0.2.2 dirilis tanggal 27-04-2004, yaitu Hanya menawarkan perbaikan bug.
* versi 0.2.5 dirilis tanggal 02-01-2005, yaitu Hanya menawarkan perbaikan bug.
* versi 0.2.8 dirilis tanggal 29-10-2005, yaitu Mampu mendeteksi VMWare dan menulis ulang CSRSS (Client-Server Runtime Subsystem)
* versi 0.3.0 dirilis tanggal 27-08-2006, yaitu Versi pertama yang secara resmi mendukung jaringan.
* versi 0.3.1 dirilis tanggal 10-03-2007, yaitu Menawarkan Download! Program Manager, dan memulai penulisan ulang terhadap kernel sistem operasi
* versi 0.3.2 diabaikan, yaitu Cabang dari ReactOS dibuat, tapi tak pernah dirilis
* versi 0.3.3 dirilis tanggal 12-09-2007, yaitu Peningkatan terhadap kernel dan Win32k
* versi 0.3.4 dirilis tanggal 22-01-2008, yaitu Penulisan ulang terhadap dukungan registry, Remote Desktop client, dan Plug and Play.
* versi 0.3.5 dirilis tanggal 30-06-2008, yaitu Hanya menawarkan perbaikan bug.
* versi 0.3.6 dirilis tanggal 06-08-2008, yaitu Dukungan terhadap huruf-huruf Right-to-Left (RTL)
* versi 0.3.7 dirilis tanggal 04-11-2008, yaitu Meningkatkan dukungan terhadap x86-64; Microsoft Visual C, dan menawarkan stack yang baru.
* versi 0.3.8 dirilis tanggal 04-02-2009, yaitu Pengenalan dukungan PSEH dan hard disk Multipartition dalam LiveCD
* versi 0.3.9 dirilis tanggal 26-04-2009, yaitu 32MB Minimum RAM, Faster Hyperspace Mapping, Initial Sound Support
* versi 0.3.10 dirilis tanggal 05-07-2009, yaitu Initial SATA Support, Dukungan untuk Keyboard/Mouse berbasis USB, Paint Clone, Initial MSVC

Proyek terkait

* ReactOS bekerjasama dengan proyek Wine, sehingga proyek ReactOS dapat mengambil keuntungan dari Wine dalam rangka mengimplementasikan Win32 API. Usaha-usaha tersebut memfokuskan diri pada Dynamic Link Library (DLL) milik Wine, yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh ReactOS dan Wine.

* Proyek lainnya yang juga berkaitan adalah Samba TNG, yang mengimplementasikan banyak sekali layanan, seperti Local Security Authority Subsystem (LSASS), Security Account Manager (SAM), NetLogon, dan juga Spooler Subsystem (SPOOLSS).

* Proyek yang lebih lanjut lagi pada tingkat arsitektural adalah Unified Linux Kernel yang berniat untuk menjadi kompatibel secara biner dengan perangkat lunak aplikasi dan device driver yang dibuat untuk Microsoft Windows dan Linux. Kernel ini mengimpor semua fitur kunci dari kernel sistem operasi Windows ke kernel Linux agar membuat Linux dapat menjalankan aplikasi dan driver Windows.

* NDISWrapper diciptakan dari sebagian kecil dari kernel Windows NT di dalam kernel Linux sehingga memungkinkan untuk menjalankan driver Windows modern di dalam Linux. NDISwrapper terdiri dari API NTOSKRNL, kontrolir WDM dasar, dan satu set dari wrapper panggilan Windows seperti driver Wireless / NDIS / USB / PnP ke API Linux. NDISWrapper tidak terbatas hanya menjalankan NDIS driver, driver WDM lain juga dapat digunakan selama panggilan driver tidak dilaksanakan dengan menggunakan Windows API yang tidak diimplementasikan dalam NDISWrapper.

* Ada satu proyek terlepas dari NDISWrapper, Bill Paulus dari Wind River Systems mengembangkan sebuah sistem serupa, yang dikenal sebagai Project Evil atau The NDISulator, untuk FreeBSD. Telah sejak porting NetBSD, tetapi bukan OpenBSD, karena ada kebijakan anti-binary pada OpenBSD. The NDISulator tidak menawarkan beberapa fungsionalitas yang ditawarkan oleh ndiswrapper, seperti dukungan USB.

* NTFS-3G, driver baca dan tulis untuk sistem berkas NTFS untuk Linux, Mac OS X, FreeBSD, NetBSD, Solaris, QNX, Haiku, dan berbagai macam sistem operasi lain.

Kebutuhan perangkat keras

ReactOS dapat berjalan pada perangkat keras seperti di bawah ini:

* Arsitektur Intel x86
o Mikroprosesor Intel 32-bit (Intel 80486 atau mikroprosesor yang lebih baru)
o RAM 32 MB
o Hard disk IDE
o Partisi untuk booting harus diformat dengan FAT16/FAT32.
o Kartu grafis yang kompatibel dengan VESA 2.0
o Keyboard standar
o Mouse yang kompatibel dengan PS/2 atau Mouse serial yang kompatibel dengan Microsoft Mouse.
* Xbox (mengalami regresi)
* IBM PowerPC (hanya sampai awal proses boot)[2]
* ARM (tidak bekerja, pengembangan sedang berlangsung)[3]
* AMD64 (tidak bekerja, pengembangan sedang berlangsung)[4]

Sebagaimana diketahui, ReactOS juga dapat dijalankan pada perangkat lunak yang dapat melakukan simulasi atau virtualisasi terhadap perangkat keras di atas, seperti VMware, VirtualBox dan QEMU (meskipun demikian, dukungan untuk Microsoft Virtual PC tidak tersedia, tetapi di masa depan mungkin ada dukungan terhadapnya).

Mengingat Windows NT 4.0 berjalan di atas mikroprosesor MIPS, Alpha AXP, dan PowerPC selain tentunya arsitektur Intel i386, sistem operasi yang diturunkan dari Windows NT seperti halnya Windows XP dan Windows Server 2003 telah di-port agar dapat berjalan di atas beberapa arsitektur, seperti AMD64, IA-32, dan IA-64, para pengembang ReactOS juga mulai memikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan portabilitas ReactOS. Sebagai contoh, dukungan terhadap varian IA-32, yang terdapat di dalam Xbox ditambahkan pada versi 0.2.5, dan usaha-usaha untuk mengembangkan ReactOS di atas PowerPC dan arsitektur Xen juga sedang di dalam proses.

Referensi

1. ^ ReactOS 0.3.10 Released. ReactOS.org. Diakses pada 4 Oktober 2009
2. ^ PowerPC. ReactOS Wiki. ReactOS. Diakses pada 3 Januari 2009
3. ^ ARM Port. ReactOS. Diakses pada 3 Januari 2009
4. ^ 64bit Port. ReactOS. Diakses pada 6 Agustus 2008

Kamis, 11 Maret 2010

generasi tebaru processor intel

Core i7, Generasi Terbaru Processor Intel PDF
Written by Iwan Quadra
Saturday, 18 October 2008
corei7.png Intel akan mengeluarkan processor generasi terbarunya di awal bulan November 2008. Processor ini merupakan generasi penerus dari processor sebelumnya dengan tetap menggunakan nama Core , walaupun secara microarsitektur sudah berbeda dengan Core 2 dan Core. Sebelumnya kebanyakan orang menduga bahwa Intel akan memberikan nama processor terbarunya ini dengan nama Core 3, tetapi kenyataannya pada beberapa bulan yang lalu Intel secara resmi menamakannya Core i7 .

Processor ini juga bisa disebut atau mempunyai code name Nehalem . Kita sebagai konsumen di Indonesia akan lebih sulit menyebut nama baru processor ini tentunya, tidak seperti legenda Pentium, hampir semua orang jika ingin membeli komputer pasti akan bertanya, “Pentium apa bukan?” Proses pengenalan nama Core kemudian Core 2 diawal peluncuran processor tersebut saja sudah cukup susah, sekarang berganti dengan Core i7 tentu saja akan lebih susah lagi, tapi justru inilah yang menjadi rahasia dari Intel dalam melakukan branding produknya.
Apa saja yang istimewa dari Processor Core i7 ini? Apa saja teknologi yang diusungnya? Secara garis besar dapat disebutkan spesifikasi processor Core i7 yang berbeda dengan processor – processor Intel sebelumnya, diantaranya :
- Memiliki performa lebih tinggi dan lebih efisien dalam penggunaan energi dibandingkan dengan prosessor generasi sebelumnya.
- FSB ( Front Side Bus) digantikan dengan QuickPath Interface. Sementara ini hanya chipset yang mendukung QuickPath Interface saja yang bisa menggunakan processor ini, misal chipset Intel X58.
- Memory Controller ada dalam processor, tidak seperti yang sebelumnya terpisah dalam chip tersendiri. Dengan teknologi ini memori akan langsung terhubung dengan processor. Rupanya Intel cukup terkesan dengan pesaingnya –AMD yang sudah sejak lama menggunakan teknologi ini.
- Support Three Channel Memory , tiap – tiap kanal berisi 2 slot memori, sehingga total slot yang ada dalam mainboard yang mendukung processor ini ada 6 slot. Tentu saja kapasitas memori yang bisa disupport oleh processor ini akan semakin besar.
- Processor Core i7 sementara ini hanya mendukung memori jenis DDR 3.
- Core i7 menggunakan single-die device : core (inti processor) , memory controller (kontrol memori), dan cache berada dalam satu die.
- Menggunakan tipe socket baru yaitu Socket B ( Socket LGA 1366)

Selain hal-hal baru diatas, ternyata justru didalam processor Core i7 ini menggunakan kembali teknologi lama Intel Pentium yang sudah tidak diaplikasikan didalam generasi Intel Core, yaitu Hyper-Threading . Dengan adanya teknologi Hyper-Threading ini dalam sistem operasi ( Windows,Linux, dll) seolah – olah inti processor akan menjadi 2 kali lipatnya, misalnya : dalam sistem operasi processor Core i7 4 core akan terdeteksi menjadi 8 core.
Jenis-jenis processor Core i7 yang sudah dirilis adalah jenis Extreem Edition dan yang biasa, beberapa diantaranya adalah :
- Core i7 965 Extrem Edition , dengan Clock 3,2 Ghz, 8 MB L3 Cache , 45 nm, Socket LGA 1366
- Core i7 940, dengan Clock 2,93 Ghz, 8 MB L3 cache, 45 nm, Socket LGA 1366
- Core i7 920, dengan Clock 2,66 Ghz ,8 MB L3 Cache, 45 nm, Socket LGA 1366
Semua processor diatas mempunyai 4 core ( 4 inti processor) atau lebih sering disebut dengan Quad Processor. Untuk versi yang lebih rendah misalnya Dual Core sementara ini Intel belum memberikan data secara resmi.

INSTALL LINUX UBUNTU>>>>> COPY

Dilangkah pertama ini kita dapat memilih bahasa yang kita akan pakai pada waktu menginstall, disini saya gunakan Bahasa Indonesia.
Berikutnya kita klik Maju maka kita berada di langkah kedua dengan gambar screennya sbb. :

deni-triwardana-ubuntu-l2.png

Dilangkah kedua ini kita dapat memilih lokasi kota kita berada dan mengatur waktu yang sedang berlangsung saat kita instal, pada langkah kedua ini saya tidak merubah apapun karena pilihan lokasi langsung Jakarta sedang untuk waktu saya tidak rubah karena bisa diatur nanti. Klik Maju saja.
Maka kita berada dilangkah ketiga dengan gambar screennya sbb. :

deni-triwardana-ubuntu-l3.png

Dilangkah ketiga ini kita dapat memilih jenis susunan papan ketik yang sedang kita pakai, pada langkah ini juga saya tidak memilih apapun pada kotak pilihan karena menurut saya keyboard atau papan ketik yang saya gunakan adalah standard, jadi pada langkah ketiga ini saya hanya klik Maju.
Sehingga kita berada pada langkah yang keempat dengan gambar screennya sbb. :

deni-triwardana-ubuntu-l4.png

Pada langkah keempat ini kita wajib memasukan nama kita sebagai pemakai, saya pakai nama sekolah tempat saya mengajar karena memang saya sedang meng-install ubuntu di komputer milik sekolah, kemudian pada kotak yang kedua kita harus memasukan nama login kita semacam userid begitu, pada kotak yang ketiga ada dua kotak, kedua kotak ini harus kita masukan password untuk login keduanya harus diisi sama persis jangan berbeda sesuai dengan keterangan dibawahnya, nah… pada kotak keempat kotak terakhir kita bisa memasukan nama komputer yang sedang kita install agar nanti pada waktu terhubung jaringan nama komputer kita tampak seperti apa yang kita berikan disini. Setelah itu klik Maju.
Dan Sekarang kita berada pada langkah yang kelima dengan gambar screenya sbb. :

deni-triwardana-ubuntu-l5.png

Dilangkah kelima ini kita harus membuat pilihan partisi yang akan dipakai,
Pilihan pertama biarkan ubuntu yang memilihkannya untuk kita dengan menaruh seluruh file install ke ruang yang tersedia pada harddisk yang sedang kita pakai,
Pilihan Kedua Jika kita ingin menghapus seluruh isi harddisk kemudian ubuntu yang akan mengaturnya dengan menguasai pengelolaan manajemen harddisk kita pada penginstalllan ini.
Pilihan Ketiga (yang terakhir), Jika kita melakukannya secara manual, pilihan ini bisa kita pilih jika memang sudah mahir dengan menggunakan software yang disediakan yaitu qparted.
Saran saya pilih saja pilihan pertama biarkan Ubuntu memilihkan ruang yang tersisa dari hardisk kita kemudian mengaturnya sedemikian rupa sehingga kita tinggal pakai saja. Saya pilih pilihan pertama kemudian klik Maju.
Sampailah kita pada langkah keenam yaitu langkah terakhir dari enam langkah ini, dengan gambar sbb. :

Wah yang keenam ini file gambarnya lupa saya capture ! mungkin saya akan lanjutkan nanti. Yang pasti dilangkah yang terakhir ini kita diberitahukan pilihan bootnya grub lalu klik Selesai.
Akan terlihat pada layar garis prosentase penyelesaian install oleh ubuntu yang sedang menyalin file-filenya ke hardisk kita, Setelah selesai maka akan restart jangan lupa cd/dvd ubuntunya dikeluarkan lebih dahulu agar tidak boot dari cd/dvd live kemabali sehingga boot akan langsung dari hardisk.
Saya kira uraian di atas ini cukuplah sebagai panduan 6 Langkah Install Ubuntu, semoga bermanfaat.
Jika langkah-langkah di atas ini menurut Anda masih ada kekurangan silahkan ditambahkan dan disempurnakan.

install win 7 dengan FLASH DISK

Kalau anda punya Netbook yang notabene tanpa disertai dengan sebuah Drive DVD, ada beberapa alternatif Instalasi Windows 7 di netbook anda.

1. Mengkopi semua file Installasi ke Hardisk anda. Ini bisa anda lakukan bila anda berencana untuk menjadikan Netbook anda dual boot alias mempunyai dua sistem Operasi. Misalnya Windows XP di Drive C dan kemudian Windows 7 di Drive D.
2. Menggunakan Eksternal DVD Drive
3. Alternatif yang bisa dijadikan pilihan adalah Install Windows 7 dengan menggunakan Flashdisk.

Alternatif ketiga ini, telah diakomodir oleh Microsoft khusus bagi pemilik Netbook yang tidak dilengkapi dengan DVD drive, dengan sebuah utility khusus bernama Windows 7 USB/DVD Tool anda bisa membuat sebuah Flashdisk bootable untuk keperluan Instalasi Windows 7 di Netbook anda.

* Pastikan anda mendownload dan menginstall Windows 7 USB/DVD Tool, setelah itu sediakan sebuah Flashdisk (minimal yang 4GB).
* Jalankan Windows 7 USB/DVD Tool kemudian pada kotak source tentukan lokasi file ISO dari Windows 7 anda (Kalau anda belum mempunyai file ISO Windows sebaiknya beli dulu di situs resmi Microsoft atau download di Situs File Sharing kesayangan anda)

Windows 7

* Pilih USB untuk membuat sebuah bootable USB sekaligus Instalasi Windows 7 kemudian klik NEXT

Setelah selesai membuat sebuah USB Instalasi Windows 7, saat menginstal Windows 7 di Netbook anda. Pastikan juga urutan boot (di BIOS Netbook) telah dirubah dengan Boot dari USB Drive di posisi pertama. Langkah berikutnya tinggal ikuti petunjuk instalasi yang diberikan.

Sebuah catatan, agar lebih smooth alias bisa sedikit lancar dalam menggunakan Windows 7 di Netbook, sebaiknya memori minimum adalah 2GB. Sesuai pengalaman penulis, dengan menggunakan Asus EeePC 1000He (Prosesor Intel Atom N240 + Memori 2GB) performa Windows 7 ternyata lebih baik dan lebih maksimal dibandingkan dengan Windows XP. Jadi kalau Netbook anda masih menggunakan Windows XP, sudah saatnya mencoba Windows 7 dan rasakan perbedaan yang cukup signifikan.

Agar tidak ketinggalan dengan berbagai info menarik seputar Windows 7 dari tasikisme.com maupun info-info menarik lainnya, jangan lupa masukan email anda dibawah ini dan klik subcribe!

Senin, 08 Maret 2010

FILE SYSTEM

Apakah File System? File System merupakan metode penyimpanan dan pengorganisasian file atau media penyimpanan komputer dalam mengatur lokasi file tersebut. Kita mengenal ada beberapa media penyimpan, seperti : disket, CD-ROM, hard disk, flash disk. Setiap media penyimpan memiliki kapasitas tertentu agar dapat dibaca oleh sistem operasi yang kita pilih.
Dalam tulisan ini, file system yang akan dibahas adalah file system buatan Microsoft(MS-DOS, Win95/98, 2000, NT, XP, Vista). Kapasitas yang disediakan oleh masing-masing sistem operasi tentunya berbeda. Tentunya Anda pernah mengenal ada beberapa istilah berikut FAT/FAT16(File Allocation Table), VFAT(Virtual File Allocation Table), FAT32, NTFS(New Technology File System). Tahukah Anda bahwa setiap file system di atas memiliki keunikan. Berikut ini uraian secara singkatnya:
FAT(File Allocation Table) atau FAT16 digunakan pada MS DOS dan Win3x. hanya mampu menyimpan dan membaca file dengan kapasitas 2 Gigabyte(1 Gigabyte= 1024 Megabyte). Jumlah file yang mampu dibaca pada root directory: 512 file, sedangkan pada nondirektori sebesar 65.335, tidak mendukung long file names(hanya format 8.3) dan file security,
.VFAT(Virtual File Allocation Table) digunakan pada Win95, mampu menyimpan dan membaca file dengan kapasitas 4 gigabyte. Jumlah file yang mampu dibaca pada root directory: 512 file, sedangkan pada nondirektori tak terbatas, mendukung long file names dan belum memiliki file security,
FAT32 digunakan pada Win98, mampu menyimpan dan membaca file dengan kapasitas 4 Terabyte(1 Terabyte= 1024 Gigabyte). Jumlah file yang mampu dibaca pada root directory dan nondirektori tak terbatas, untuk fasilitas long file names dan files security sama dengan VFAT, memiliki keunggulan perbaikan otomatis file.
NTFS(New Technology File System) digunakan pada Win2000,XP, Vista, mampu menyimpan dan membaca file dengan kapasitas 16 Exabyte(1 Exabyte= 1024 Terabyte). Fasilitas jumlah file yang mampu dibaca pada root directory dan nondirektori, long file names sama dengan FAT, memiliki keunggulan perbaikan otomatis file, files security, files level compression, serta mendukung dual file fork(macintosh) dan POSIX.
Teknologi File System yang dikembangkan Microsoft saat ini berbasis NTFS, karena kebutuhan sotware dan hardware saat ini yang kian hari kian pesat. NTFS merupakan file system yang cukup stabil. Para pengguna open source pun tertarik untuk mempelajari file system ini. Semoga informasi ini bermanfaat. Saya tunggu kritik dan saran para pembaca.

windows 8 meluncur tahun 2012

SAN FRANSISCO - Tidak habis di Windows 7 saja, Microsoft dipastikan masih terus berinovasi mempercanggih sistem operasi terbarunya. Bahkan OS Windows 8 dikabarkan meluncur pada tahun 2012 nanti.

Jika kalender suku maya tidak terbukti dan kiamat tidak hadir pada tahun 2012, Microsoft akan menggelontorkan sistem operasi terbarunya, Windows 8. Tepat, tiga tahun setelah kemunculan Windows 7 tahun ini.

Isu ini berkembang setelah roadmap yanng diduga milik Microsoft berhasil tersebar di internet. Dikutip dari Electronista, Sabtu (21/11/2009), roadmap tersebut digambarkan sesuai dengan ritme peluncurkan produk-produk Microsoft.

Misalnya, untuk meluncurkan Windows Server 2003 dan Windows Server 2003 R2, Microsot membutuhkan waktu selama dua tahun, sejak 2003 hingga 2005. Begitu pula saat meluncurkan Windows Server 2008 dan Windows Server 2008 R2.

Oleh karena itu, Microsoft dianggap tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menggelontorkan kembali sistem operasi terbarunya dengan kode nama Windows 8. (srn)

windows 8

Microsoft sedang kebakaran jenggot, sebab spesifikasi Windows 8, yang merupakan kelanjutan dari Windows 7, bocor dan tersebar luas di internet. Parahnya, yang membongkar sistem operasi terbaru itu, adalah karyawan Microsoft sendiri. Detail mengenai Windows 8 itu sendiri bermula dari Robert Morgan, yang menuliskannya di dalam kolom profil di situs jaringan bisnis Linkedln. Morgan yang memegang posisi Senior Research and Development menuliskan, kalau dirinya bekerja di departemen penelitian dan pengembangan dengan tingkat keamanan tinggi untuk proyek jangka panjang dan menengah.

Cerobohnya di profilnya, Morgan menuliskan sedang mengerjakan proyek Windows 8 dan berencana membuat Windows 9. Di dalam profil tersebut juga tertulis “Kernel Windows 8 kompatibel dengan arsitektur 128-bit dan Windows 9 sedang dalam perencanaan”. Demikian yang dikutip melalui PC World, Selasa (13/10/2009).

Padahal seperti diketahui, Windows 7 yang telah dirilis pada 22 Oktober 2009 kemarin, baru mendukung 32-bit dan 64-bit. Untuk dukungan 64-bit sendiri, Microsoft menggunakannya pertama kali pada Windows XP Profesional edisi X64 yang diluncurkan pada Mei 2005 silam.

Belum ada tanggapan dari Microsoft mengenai bocornya sistem operasi yang masih dirahasiakan ini. Morgan yang membocorkan Windows 8 dan Windows 9 telah menghapus tulisan tersebut di dalam profilnya, walaupun ‘jejak kejahatannya’ dapat terekam di mesin pencari Google. by okezone.com